Mengikuti perkembangan embrio bayi merupakan momen yang sangat
menakjubkan dan mengharukan. Peristiwa luar biasa ini juga disebutkan
dalam Alquran.
Siapa sangka kejadian ini membuat gadis asal Inggris, Nichola Taylor
takjub. Ketakjuban akan kisah perkembangan embrio ini dalam Alquran
memberinya hikmah untuk memeluk Islam.
Dilansir Onislam, awalnya, kehidupan Nichola tidak terlalu religius
meski ia meyakini kehadiran Tuhan. Ia pernah berdebat dengan ibunya
terkait film Passion of Christ. Dia tidak bisa meyakini semua fakta yang
terekam dalam film tersebut. Keputusannya menonton lantaran banyak
tergoda kesan temannya yang menyatakan film tersebut menarik.
Beberapa tahun kemudian, Nichola mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan
multinasional di London. Dunia baru ini menjadi masa awal baginya
mengenal Islam. Profesinya membuat Nichola harus melayani kliennya para
insinyur yang berasal dari Kairo, Mesir. Melalui merekalah, Nichola
mulai mengenal Islam.
Awalnya Nichola tidak tertarik sama sekali dengan dunia Islam. Tetapi,
ia begitu kagum lantaran melihat sebagian rekan kerjanya sanggup bekerja
dengan baik meski berpuasa ketika Ramadan.
“Saat itu saya banyak bertanya seperti mengapa tidak makan dan minum,
apakah puasa ini sehat, apa hal lain yang dilakukan selama Ramadan,”
katanya.
Usai Ramadan, Nichola mulai melihat ada konsep yang salah tentang Islam di tengah masyarakat Barat.
Baginya, masyarakat Barat sangat sedikit atau tidak punya pengetahuan sedikit pun tentang Islam.
Beberapa konsep yang salah dipahami seperti mengapa perempuan memakai
hijab, apa fungsinya hijab, mengapa rambut dianggap bagian dari aurat.
Nichola pun memutuskan untuk mengenal Islam lebih dalam dengan
mengunjungi Central Mosque di London dan membeli beberapa buku Islam.
Ia disarankan untuk tidak membaca Alquran lebih dahulu karena akan lebih
mudah memahami konsep-konsep sederhana dalam Islam melalui buku-buku.
“Buku-buku tersebut menarik tapi tidak ada yang menonjol sampai saya
membaca buku Miracles of the Quran karya Harun Yahya,” katanya.
Buku tersebut menarik hati Nichola. Salah satu materi dalam buku
tersebut, yang membahas perkembangan embrio dalam Alquran, yaitu pada
Surat Al Mukminun ayat 12-14 mempertebal keyakinannya pada Islam.
“Saya sangat takjub dan berlinang air mata saat membacanya,” kenang Nichola.
Yang membuatnya semakin terharu adalah penjelasan dalam Alquran sangat
rinci mengenai proses perkembangan embrio. Padahal, pengetahuan medis
kala Alquran diturunkan tidak secanggih sekarang.
“Tidak ada scan untuk menunjukkan embrio pada tahap apapun, tidak ada
pengetahuan tentang bagaimana tubuh manusia bekerja! Itu membuat saya
bingung. Dan dari sinilah saya yakin (dengan Islam).”
Ia sempat merenung, dan akhirnya memutuskan menelepon salah satu
koleganya di Kairo. Kepada koleganya, ia menyatakan ingin mengucapkan
dua kalimat syahadat.
Tahun pertama menjadi Muslimah ia jalani dengan penuh liku. Dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Dia sepenuhnya mengandalkan pengetahuan Islam dari internet, mulai dari
belajar salat, tidak lagi mengonsumsi babi dan alkohol. Ia pun berusaha
ikut puasa ketika Ramadan, meski tidak genap.
Namun berkat pertolongan Allah, Nichola akhirnya bertemu suaminya, seorang insinyur Muslim asal Mesir.
Dengan bimbingan suaminya itu, Nichola akhirnya memiliki keluarga Muslim yang menyenangkan.
CAR,RUMAH MINIMALIS,FOREX
